Perkumpulan
Masyarakat Singkawang
dan Sekitarnya

Banner

     

October 2017
S M T W T F S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31 1 2 3 4

 

 
Deklarasi Perwakab Berlangsung Meriah PDF Cetak Surel

SETELAH terbang sekitar satu jam empat puluh lima menit dengan ketinggian 37 ribu kaki, akhirnya pukul 18.40 WIB roda pesawat yang BP tumpangi menjejak di Bandara Hang Nadim Batam. Sebuah bandara dengan arsitektur modern menyambut kami.

Kami diajak ke sebuah restoran sea food untuk dinner. Restorannya berjarak sekitar 15 menit dari Bandara dan terletak di daerah Batu Besar. Selain menyajikan makanan sea food yang segar, kami juga menikmati gonggong. Merupakan sejenis kerang namun dengan daging yang lebih kenyal. Bentuknya lebih menyerupai keong dan biasa disajikan dengan direbus. Karena gonggong ini merupakan salah satu jenis binatang laut khas yang terdapat di Batam, maka sangatlah sayang jika berada di sana kita tidak mencicipinya

Besok siang setelah mengadakan pertemuan di hotel sambil sarapan, kami diajak ke sebuah rumah makan untuk menikmati bakut teh Batam yang kesohor. Dibandingkan bakut teh yang terdapat di Jakarta misalnya, taste yang disajikan rumah makan tersebut memang gurih. Selain seratan daging yang renyah, juga taste obat sama sekali tidak terasa dalam ramuannya. Dagingnya juga segar dan konon dieksport ke Singapore.

Memang Batam merupakan salah satu surga bagi penggemar kuliner…

PERMASIS berada di pulau yang berbatasan paling dekat dengan Singapore tersebut dalam rangka menghadiri Perwakab (Perkumpulan Warga Kalimantan Barat) di Batam.

Acaranya sendiri berlangsung di salah satu restoran di kawasan Batam Centre Sei Panas, Batam. Begitu memasuki ruang acara, kami disambut dengan atraksi barongsai yang ditampilkan secara ritmis.

Permasis memandang strategis menghadiri deklarasi dan pelantikan pengurusnya karena sebagaimana dilansir seperti dikatakan ketua Permasis, ”Karena merupakan perkumpulan warga Kalimantan Barat yang pertama berdiri di Batam.”

Karena dalam waktu bersamaan ketua Permasis harus menghadiri rapat di Medan, maka rombongan Permasis yang hadir dalam acara itu selain BP juga terdiri dari Jufendi, Chin Miauw Fuk, Chin Tung Kha, Bong Tjhoi Luk dan Andy Maratu.

Selain itu, kehadiran Walikota Singkawang Hasan Karman dalam acara tersebut juga memperoleh sambutan yang meriah dari warga Kalbar di Batam.

Untuk mengetahui sedikit tentang Perwakab, BP berkesempatan mewawancarai Ketua Perwakab terpilih, Tju Tung Liung. Ayah 3 putera ini kelihatan jauh lebih muda di usianya yang ke-58 tahun itu ditemui BP di sela-sela acara berlangsung dan dilanjutkan di Singkawang dalam kesempatan berikutnya.

Berikut cuplikannya:

BP: Selamat atas terpilihnya Anda…
TTL
: Terima kasih, terima kasih dan sampaikan juga salam dan terima kasih saya untuk Ketua dan teman-teman di Permasis….

BP: Apa yang melatarbelakangi lahirnya Perwakab?
TTL
: Untuk menjawab pertanyaan ini, saya kembali ke visi Perwakab yaitu memperluas dan mempererat hubungan antara warga Kalimantan Barat. Saya melihat sampai saat ini, warga Kalbar belum memiliki wadah untuk mempererat tali silaturahmi di antara mereka. Dan menjadi impian saya, kami warga Kalbar di Batam memiliki wadah seperti Perwakab ini.

BP: Langkah konkrit Perwakab?
TTL
: Untuk langkah pertama kita bergerak di bidang kematian dulu.

BP: Dasar pertimbangannya?
TTL
: Karena menurut kami ini langkah yang paling konkrit dan hal yang paling mendesak.

BP: Maksudnya?
TTL
: Selama hampir 20 tahun berdiam di kota ini, seringkali saya temui ada warga Kalbar yang meninggal dunia, yang berasal dari kalangan tidak mampu dan tidak memiliki sanak saudara yang proses pemakamannya diserahkan kepada yayasan kematian di sini untuk mengurusnya. Ini disebabkan karena secara financial mereka tidak mampu dan tidak memiliki keluarga untuk mengurusnya. Ini kejadian memiriskan bagi kita…

BP: Ada berapa warga Kalbar tinggal di Batam?
TTL
: Tidak ada statistik yang jelas. Namun diperkirakan di atas 10 ribu orang. Mereka memasuki aneka lapangan pekerjaan. Ada duaratusan di antara mereka membuka warung-warung sembako. Selain itu ada juga yang dominan menjadi montir-montir motor dan menjaga pramuniaga. Sekarang juga mulai ada yang masuk ke bidang handphone. Secara ekonomi masih banyak yang cukup memprihatinkan.

BP: Jumlah anggota Perwakab berapa orang?
TTL
: Saat ini berjumlah 230an orang. (Angkanya diamini Tjugito, Sekretaris Perwakab yang mendampingi lelaki kelahiran Semparuk Pemangkat 58 tahun silam saat wawancara berlangsung). Anggota-anggota yang sudah terdaftarlah yang diundang saat deklarasi tempo hari.

BP: besar iuran anggotanya?
TTL
: Iuran anggota Rp.240 ribu per tahun. Dan untuk setiap keluarga/anggota yang meninggal, setiap anggota menyetorkan sumbangan wajib Rp.50 ribu. Iuran ini harus disampaikan di kediaman duka sekalian memberikan penghormatan terakhir kepada yang meninggal.

BP: Harapan ke depannya?
TTL
: Iya saya optimis. Apalagi saya melihat banyak sekali pengurus yang muda usia terlibat dalam kepengurusan ini. Mereka bisa dan mau bekerja. Mereka sangat peduli. Mereka memiliki semangat yang luar biasa. Saya yakin ke depannya Perwakab bisa berkembang lebih baik lagi.(ns).

 
Share
 
 
 
 

印尼

西加里曼丹省

山口洋地区乡亲会 (Permasis)

新地址/New Address:

Komplek Ruko Seasons City Blok B No. 1-2-3-5

Jl. Prof. Latumeten No. 33 Jembatan Besi, Jakarta Barat, Indonesia

电话/Tel. : +62-21-29071199     传真/Fax : +62-21-29071188