Perkumpulan
Masyarakat Singkawang
dan Sekitarnya

Banner

     

December 2017
S M T W T F S
26 27 28 29 30 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31 1 2 3 4 5 6

 

 
Waroeng Permasis PDF Cetak Surel

Setelah terakhir menggelar Waroeng Permasis dalam acara dari rakyat untuk rakyat sebagai rangkaian kegiatan memperingati hari proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada penghujung Agustus 2007 di Singkawang, Permasis kembali ‘membuka’ warung dalam acara MTQ XXII tingkat Propinsi Kalbar di Singkawang. Ada perbedaan yang prinsip antara Waroeng Permasis pesta rakyat dan MTQ XXII. Jika pada Waroeng Permasis yang pertama semua pendapatan disumbangkan melalui kegiatan-kegiatan sosial yang digelar Permasis, pada Waroeng Permasis yang kedua semua pendapatan disumbangkan kepada Panitia Pembangunan Kembali Mesjid Raya Singkawang.



Kenapa Mesjid Raya Singkawang? Karena secara historis Mesjid Raya dan Kota Singkawang sudah menyatu.Merupakan mesjid tua yang sarat sejarah, berdiri megah di tengah kota Singkawang yang pluralis dan berdampingan secara damai dengan tempat ibadah agama lain.”Ini harus kita jaga dan lestarikan ke generasi-generasi mendatang,” tutur ketua Permasis, Lio Kurniawan.

Di Jakarta setelah rapat pengurus memutuskan pembukaan Waroeng Permasis, Marcus Bun segera bergerak cepat menghunting baju-baju dan pernik-pernik islami yang akan “dijajakan” dalam MTQ XXII nanti.Karena MTQ adalah event yang bernuansa religius, pengusaha yang mengembangkan sayap usahanya di daerah Tenahabang itu sangat selektif dalam hal pemilihan materi yang akan ditampilkan. “Baju-baju yang agak terbuka tidak layak dong dijual dalam event ini,” demikian tutur pria kelahiran Jawai itu. Walaupun demikian, busana-busana yang ditampilkan Waroeng Permasis dalam kesempatan itu juga cukup trendy.Sehingga tidak heran, dalam warung yang berukuran 3x6 meter itu kita juga menemukan kerudung dan gaun-gaun bermotif batik yang saat ini sedang mewabah di dunia fashion wanita Indonesia.

“Biar wanita Kalimantan Barat berpenampilan makin chic,” demikian tambah ayah 3 putera itu sambil bergelak.

Kamis malam, (22/05) rombongan Permasis bertemu di Stadion Kridasana melihat lokasi yang akan dijadikan Waroeng Permasis.Dalam peninjauan yang berlangsung sekitar sejam itu, akhirnya pembangunan kios dipercayakan kepada Ha Jit Chiong. Di bawah pengawasan pengusaha muda ini, kios berukuran 3 meter kali 6 meter menyeruak cukup memadai di samping kiri pintu (lama) masuk stadion yang dipoles megah untuk acara MTQ ini. Berlantai papan kayu dan dilapis dengan karpet merah marun, warna yang senada dengan dinding, Jumat sore (22/05) warungpun siap diisi.

Saat pemasangan spanduk yang berbunyi bahwa semua hasil penjualan akan disumbangkan untuk renovasi Mesjid Raya Singkawang, ada salah seorang hadirin yang menyeletuk heran, ”Apa tulisannya gak salah tuh?” Setelah Bong Chong Fung jelaskan bahwa memang demikian adanya, sebab yang kita sumbangkan untuk renovasi mesjid bukan hanya keuntungannya saja, namun semua hasil penjualan termasuk modal dan keuntungannya.

Penjelasan lelaki yang lebih akrab disapa Atack ini merubah keheranan menjadi kekaguman.

Sabtu pagi, (24/05) setelah mengikuti pawai takruf, mahasiswi STIE Mulia di bawah komando Nunung sudah kelihatan sibuk mendisplaybarang-barang dagangan Waroeng Permasis.Melihat kepiawaian Nunung memajang baju-baju di dinding warung, tak urung Lio Kurniawan memuji,” Wah, gak tahunya Nunung sudah biasa mendisplay baju nih.”

Makin siang Waroeng Permasis semakin ramai dan sambil mendisplay bajupun sudah ada yang laku terjual. Tengah hari, sudah penuhlah Waroeng Permasis dibanjiri anggota Permasis.Ada yang hadir hanya sekedar melihat-lihat,ada yang memang mau belanja dan ada juga yang hadir untuk sekedar bincang-bincang dengan Pengurus Permasis yang hadir cukup banyak dalam kesempatan itu.

Akhirnya sekitar pukul 15.00 WIB, dengan ditandai dengan pengguntingan pita oleh Ketua Dewan Pembina Permasis Augustinus Aryawan, Waroeng Permasis dibuka secara resmi.Pembukaan berjalan sangat sederhana dan penuh gelak tawa.Hadir dalam kesempatan itu Lio Kurniawan, Fuidy Luckman,Tanny Budiwaty,Sudjanto Sudiana, Juffendy,Benediktus Wijaya,Andy Maratu, Handris Setiawan,Chin Miau Fuk,Kartono Kadir,Yamin Sudjiman,Phang Chui Land an beberapa pengurus lainnya.

Selain itu, pembeli di Waroeng Permasis juga dimanjakan dengan ketentuan setiap pembelian mencapai kelipatan Rp.25.000,- (duapuluhlima ribu rupiah) akan diberi satu nomor undian. Nomor-nomor yang disiapkan Abdul Hadi ini akan diundi saat menjelang penutupan MTQ dan akan memperebutkan hadiah-hadiah TV 21 Inchi,kipas angin dan beberapa hadiah lain yang menarik.

Setelah beroperasi selama seminggu, akhirnya Waroeng Permasis juga ditutup seiring dengan berakhirnya MTQ XXII. Tidak ada lagi celetukan segar penjaga warung.Tidak ada lagi proses tawar menawar harga.Tidak ada lagi nyamuk-nyamuk pers yang hadir mencari informasi.Selamat jalan para kafilah.Sampai jumpa di Landak tahun 2011 mendatang.Tunggu kehadiran Waroeng Permasis di event selanjutnya.(ns).

 
Share
 
 
 
 

印尼

西加里曼丹省

山口洋地区乡亲会 (Permasis)

新地址/New Address:

Komplek Ruko Seasons City Blok B No. 1-2-3-5

Jl. Prof. Latumeten No. 33 Jembatan Besi, Jakarta Barat, Indonesia

电话/Tel. : +62-21-29071199     传真/Fax : +62-21-29071188