Perkumpulan
Masyarakat Singkawang
dan Sekitarnya

Banner

     

October 2017
S M T W T F S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31 1 2 3 4

 

 
Gawai Naik Dango Singkawang 2008 PDF Cetak Surel

Begitulah kondisi umum yang terjadi pada pelaksanaan Pekan Gawai Dayak di Kota Singkawang. Ribut-ribut soal kenaikan harga BBM yang berimplikasi melonjaknya kenaikan harga-harga barang yang terjadi hampir di seluruh propinsi di Indonesia, yang diikuti dengan beragam persoalan lainnya, tak menyurutkan kemeriahan Gawai Dayak di Kota Seribu Kuil ini. Pemukulan gong sebanyak tujuh kali oleh Wali Kota Singkawang Hasan Karman SH MM di halaman kantornya, Selasa (10/6) siang, menjadi pertanda pembukaan Gawai Dayak Naik Dango Kota Singkawang 2008. Gawai berlangsung selama enam hari dengan berbagai kegiatan. Antara lain pawai karnaval, pangkak gasing, nyumpit, busana Dayak serta malam kesenian rakyat.

Makna Gawai Dayak Naik Dango jika difahami demikian mendalam dan bijak. Filosofi Naik Dango yakni sebagai perwujudan rasa syukur, baik hasil panen kecil, sedang dan besar. Dalam sambutannya Hasan Karman menegaskan "Ini harus diteruskan pada generasi berikutnya Tidak hanya sebatas senang-senang namun bersyukur kepada Tuhan," ungkapnya.

Kota Singkawang, sebut Wali Kota, bangga telah sukses menyelenggarakan MTQ XXII tingkat Propinsi Kalbar. Semua kabupaten/kota mengakui keberhasilan tersebut. Demikian juga anugerah Adipura yang berhasil diraih Kota Amoy. Sebab keduanya cukup membanggakan, walaupun Kota Singkawang sudah beberapa tahun berdiri.

"Mari kita ciptakan suasana kondusif bagi Kota Singkawang menuju masyarakat modern dan ikon pariwisata terkemuka di Kalimantan Barat," ajaknya. Ke depan, Hasan berpengharapan Gawai Dayak Naik Dango lebih massal dan semarak. Bahkan dia mengusulkan penyelenggaraan melibatkan semua kabupaten/kota di Kalimantan Barat.

"Jika Gubernur menyetujui, Kota Singkawang mengajukan menjadi tuan rumah pertama," tandasnya.

Sementara itu, Naik Dango menurut salah satu tokoh Dayak Singkawang, Ambrosius SH sebagai upacara adat wujud syukur atas hasil sawah yang dilaksanakan setiap tahun. Dango berarti lumbung padi terangnya.

"Intinya, berdoa oleh seorang iman dalam lumbung padi penyelenggara pesta," bebernya. Masyarakat Dayak di kampung-kampung melaksanakan upacara Naik Dango lengkap dengan empat kegiatan. Salah satunya makan bersama dengan kue, cucur dan lemang. Lalu makan nasi dan lauk pauk ditambah dengan kopi. Pada tujuan fundamental Naik Dango memiliki tiga aspek mendasar. Pertama, masyarakat kehidupan agraris. Kedua masyarakat kehidupan religius. Ketiga, kehidupan kekeluargaan, solidaritas dan persatuan. "Naik Dango pada saat ini dilakukan dengan menambah unsur hiburan tanpa menghilangkan aspek dasarnya," ujar Ambrosius.

Senada, Ketua Panitia Gawai Dayak Naik Dango Kota Singkawang 2008, Rudi Adi menyebut, seluruh rangkaian kegiatan bertujuan menggali adat istiadat dan hukum Dayak. Tujuannya sebagai filter terhadap globalisasi yang dapat mengancam kerusakan moral generasi muda.

"Kita memberikan apresiasi yang tinggi terhadap dukungan semua etnis. Sehingga Kota Singkawang tetap aman dan harmonis. Juga berharap terciptanya masyarakat Kota Singkawang makin sejahtera," tandas Ketua DAD Kota Singkawang Aloysius Kilin S.Ag.

Pada hari itu Wali Kota juga melepas rombongan karnaval dari berbagai kesatuan adat yang turut serta menyemarakkan acara Naik Dango di Kota Singkawang. Pembukaan kemarin dihadiri para sesepuh, temenggung, rohaniawan, tokoh masyarakat, agama dan para ketua LSM. Demikian juga Ketua DPRD Kota Singkawang H Zaini Nur, Dandim 1202/Skw Letkol Inf. Sudarmadi, Waka Polres Kompol Riduansyah serta pejabat lain. Wali Kota juga turut melepas karnaval ratusan mobil dan sepeda motor hias dari berbagai paguyuban. Bahkan para pejalan kaki juga turut mengiringi kendaraan tersebut melalui jalan-jalan utama Kota Singkawang.

Acara Penutupan

Peristiwa budaya Dayak yang digelar rutin di Kota Singkawang menyajikan bentuk-bentuk budaya tradisional. Mulai dari upacara adat, permainan tradisional, dan penyajian berbagai bentuk kreatifitas yang bernuansa tradisional serta pemilihan Bujang Dara Gawai. Eksotisme budaya Dayak, menyeruak karena penampilan unsur-unsur bernuansa tradisi di tengah modernisasi. Melihat dan menikmati keindahan yang muncul dari eksotisme tersebut, sedikit banyak menenggelamkan sejenak segala permasalahan efek dari multikrisis.

 
Share
 
 
 
 

印尼

西加里曼丹省

山口洋地区乡亲会 (Permasis)

新地址/New Address:

Komplek Ruko Seasons City Blok B No. 1-2-3-5

Jl. Prof. Latumeten No. 33 Jembatan Besi, Jakarta Barat, Indonesia

电话/Tel. : +62-21-29071199     传真/Fax : +62-21-29071188